Sabtu

Gelang Tulang Ikan Hiu untuk bayi & anak

 



Gelang ikan hiu ini untuk balita ataupun anak anak.
Harga : Rp. 30.000,-
Sms: 089633938780

Gelang ini adalah gelang yang terbuat dari tulang ikan hiu konon berasal dari rusuknya. Rusuk ikan hiu ini dibentuk menjadi manik-manik kecil dan disusun menjadi untaian gelang yang cantik. Sekilas gelang ini tidak terlihat seperti kumpulan tulang ikan, melainkan hanya seperti gelang biasa saja. Gelang tulang hiu biasa digunakan oleh para orang tua untuk menjaga anak-anaknya dari gangguan makhluk halus yang usil. Dengan menggunakan gelang ini mereka percaya bahwa gelang ini mampu untuk menangkal segala gangguan arwah penasaran yang bisa datang kapan saja di waktu yang tak terduga.

Gelang tulang hiu termasuk jimat pelindung kepercayaan yang paling banyak digunakan para orang tua di jaman dahulu. Kepercayaan terhadap tulang ikan hiu ini berasal dari masyarakat Kalimantan yang kemudian diikuti oleh kota-kota lainnya. Tulang ikan ini biasanya memiliki permukaan yang ringan dan lentur bila tulangnya masih tergolong muda. Namun bila sudah tergolong tua, maka permukaannya akan menjadi lebih keras dan terasa kaku. Namun, tulang ini akan tetap aman dan nyaman untuk digunakan oleh buah hati Anda.

Rabu

Buluh bergerak / Buluh perindu




http://antik-bendabertuah.blogspot.com/,Akar AntikJika dibuat dalam air dia bergerak gerak dan bila dipanaskan dia juga menggeliat terkena rokok juga gerak gerak aneh kan hehe penasaran buruan maharkan. Ujar yang jual untuk sariat pengasih dengan dibuat didompet. ini juga sering disebut sebagai bulu perindu tapi kami sebut akar antik karena orang sini mengatakan rumput bujang atau bulu perindu fungsi utamanya insyaAllah sebagai obat sakit pinggang. sangat antik dan langka bisa digunakan untuk pertunjukan sulap atau pun atraksi karena akar ini begerak gerak aneh. Bisa dijual lagi dengan harga tinggi tentunya.

video


mahar Rp. 100.000,-/botol

Fakta dan Mitos Batu Permata


Batu permata merupakan salah satu jenis perhiasan yang banyak digemari oleh kaum wanita maupun kaum pria. Batu permata sejak dulu dipercaya dapat memberikan suatu khasiat yang baik bagi pemakainya. Begitu banyak mitos yang melekat pada batu permata sehingga membingungkan sebagian besar orang yang menggemari batu permata. Untuk meluruskan mitos dan yang ada, berikut adalah mitos-mitos populer dan fakta yang tersembunyi di baliknya.



1. Berlian adalah batu mulia termahal di dunia



Fakta:



Sebenarnya para ahli dan para kolektor batu permata masih sering memperdebatkannya bahwa berlian merupakan batu permata yang paling mahal di dunia ? Benarkah ? Karena nyatanya di beberapa kesempatan seperti pelelangan ataupun jenis batuan langka, ada beberapa jajaran batu permata yang harganya melebihi batu berlian. Bahkan bila trend berubah, harga batu permata lain pun bisa menyaingi batu berlian.



Jadi fakta yang ada adalah batu berlian bukan merupakan batu termahal, masih ada batu lainnya yang harganya mampu menyaingi berlian. Namun, memang belakangan batu ini masih berada di jajaran batu mulia termahal. Walau kadangkala harganya bisa disaingi pula oleh batu permata biasa seperti Zamrud, Safir, dan Marjan ketika trend sedang berganti.



2. Opal Membawa Kesialan



Pada awal masa batu ini ditemukan, batu ini dianggap sebagai batu pembawa sial. Namun seiring berjalannya waktu, batu ini berubah menjadi batu keberuntungan, jimat, penolak bala, dan penolak black magic. Dengan permukaan warna opal yang berwarna-warni, batu ini makin populer untuk dijadikan perhiasan maupun batu keberuntungan bagi kalangan warga kerajaan hingga masyarakat biasa.



3. Berlian merupakan batu terkuat/ terkeras di dunia



Banyak yang menganggap bahwa batu ini merupakan batu terkeras di dunia dan tak dapat dihancurkan. Namun fakta yang ada menunjukkan bahwa berlian dapat menggores, merusak dan bahkan dapat menghancurkan berlian lainnya. Dan bukan tidak mungkin cara penyimpanan yang salah dapat juga merusak berlian yang sedang disimpan tersebut.



4. Mutiara dapat larut dalam cuka



Pada jaman Mesir Kuno, Cleopatra ingin membuktikan kepada Marc Anthony bahwa ia dapat minum minuman termahal sepanjang masa. Untuk membuktikan hal itu, maka ia melarutkan beberapa mutiara yang berharga ke dalam cuka. Hal ini dikarenakan zat kalsium karbonat yang ada pada batu mutiara dapat larut dalam larutan cuka dengan waktu tertentu. Lama waktu mutiara agar sepenuhnya larut ke dalam cuka sangat tergantung dengan besar kecilnya mutiara dan juga seberapa banyak cuka yang digunakan untuk melarutkan.



5. Berlian dihargai berdasarkan warna yang dimiliki



Berlian mempunyai berbagai jenis warna yang indah dan mengagumkan. Sebelumnya ada mitos yang mengatakan bahwa berlian berwarna biru merupakan berlian termahal di kelasnya. Hal ini kurang tepat, karena yang menentukan harga mahal atau tidaknya batu berlian juga tergantung dengan clarity, cutting, dan berat karat yang ada. Semakin sempurna tentunya semakin mahal, namun warna bukan merupakan acuan yang tepat untuk menentukan harga dari suatu batu berlian.

Sejarah Berbagai Jenis Perhiasan dari Masa ke Masa



 Tahukah Anda bahwa sejak awal ditemukan, berbagai perhiasan mempunyai tren yang terus bergulir dari waktu ke waktu. Setiap zaman yang ada memiliki berbagai jenis perhiasan, jenis, bentuk, dan jenis bahan yang populer dengan jenis yang berbeda-beda.

Berikut adalah berbagai perhiasan yang populer dari masa ke masa:

Mesir Kuno (5550SM - 20SM):

Masa ini merupakan era baru dalam penggunaan perhiasan. Pada masa ini diawali dengan penggunaan tembaga sebagai bahan untuk dibentuk menjadi perhiasan. Setelah trend tembaga berlalu, tren ini berganti menjadi tren manik-manik berkilau yang didesain menjadi aneka bentuk. Mulai dari antelob, kumbang, harimau, sayap burung, scarab, dan berbgai bentuk lainnya. Selain itu pada jaman mesir kuno, mereka juga memakai berbagai macam batu-batuan alam untuk digunakan sebagai perhiasan. Mulai dari amethyst, carnelian, pirus, calcedony, lapis lazuli, dan feldspar.

Mesopotamia Kuno ( 2750SM - 1200SM)

Masyarakat Mesopotamia kuno kebanyakan menggunakan perhiasan batu-batuan seperti Carnellian, Lapis Lazuli, Jazper, dan akik. Masyarakat ini juga cenderung membuat perhiasan dengan desain-desain seperti dedaunan, spiral, anggur, dan kerucut.

China Kuno (2200SM - 300SM)

Pada masa China Kuno, jenis perhiasan yang paling banyak digunakan adalah batu giok dan betu berlian. Pada masa itu, mengukir batu giok merupakan kesenian yang paling indah dan dikagumi pada masyarakat di Dinasti Shang (1600SM - 1050SM). Desain perhiasan yang populer digunakan pada masa itu adalah bentuk-bentuk seperti bunga, sayap burung, kura-kura, phoenix, naga, dan yang menyerupai bentuk gulungan. Berbagai jenis perhiasan yang digunakan pada masa itu adalah; cincin, gelang, kalung, liontin koin, mahkota, hiasan kepala, hiasan dada, dan candi. 

Yunani Kuno (1400SM - 31SM)

Perhiasan di masa Yunani kuno didominasi batu-batuan seperti amethyst, carnellian, calcedony, garnet, mutiara, dan zamrud. Sedangkat bentuk desain perhiasan yang populer pada masa ini adalah berbagai macam hewan dan kerang.

Romawi Kuno (500SM - 400M)

Batu permata yang populer pada masa ini adalah batu mber, berlian, garnet, jet, safir, mutiara, dan zamrud. Selain itu masyarakat masa Romawi Kuno sangat menyukai cincin yang dihiasi cap, aneka bros, dan berbagai jimat yang didesain dengan kepala binatang dan ular yang melingkar.

Abad Pertengahan (1066 - 1485)

Pada masa abad pertengahan, berbagai jenis perhiasan yang ada meluas dengan bantuan agama-agama yang ada. Jenis perhiasan yang populer pada masa ini adalah berbagai perhiasan rambut dan pakaian yang biasa digunakan saat upacara keagamaan, perhiasan kepala, liontin, kalung, gelang, cincin, dan gesper.
Sedangkan berbagai jenis batuan yang populer pada masa ini adalah batu berlian, ruby, safir, mutiara, dan zamrud.

Georgia (1760-1830)

Pada masa ini berbagai perhiasan yang ada lebih terfokus dengan desain-desain yang terlihat mewah dan rumit, contohnya adalah kalung multi rantai dan sejenisnya. Semakin terlihat mewah dan rumit, maka akan semakin tinggi harganya di pasaran. Sedangkan berbagai jenis batuan yang populer digunakan sebagai perhiasan pada masa ini adalah mutiara, batu ruby, safir, dan zamrud.

Victoria (1835 - 1900)

Pada era ini, kebanyakan masyarakat yang ada sangat menyukai berbagai desain perhiasan yang cenderung romantis dan natural seperti bentuk hati/ love, bintang, bulan sabit, dan hewan seperti burung serta serangga. Jenis perhiasan yang sering dipakai pada masa ini adalah; cincin biasa, cincin yang berhiaskan batu mulia (berlian, ruby, safir, dan zamrud), cincin yang berhiaskan batu semi mulia (amethyst, coral, garnet, dan opal), bros, kalung, dan gelang.

Art Nouveau (1890 - 1910)

Pada masa ini berbagai perhiasan yang ada didesain dengan sangat berseni. Berbagai perhiasan yang ada didesain indah dengan garis-garis meliuk seperti bunga, dedaunan, dan sebagainya. Pada masa ini kebanyakan orang juga menggunakan berbagai batu semi permata untuk dijadikan sebagai perhiasan.

Edwardian (1895 - 1915)

Berbagai desain perhiasan yang ada pada masa ini sedikit mirip dengan gaya Art Nouveau, hanya saja desain yang ada dirubah menjadi lebih fun dan ceria.

Art Deco (1920 - 1935)

Berbagai masyarakat pada masa ini menyukai berbagai perhiasan dengan desain yang cenderung abstrak, warna warni yang cerah, berbagai bentuk geometris, berbagai seni oriental yang dihiasi dengan berbagai batu seperti berlian, ruby, safir, zamrud, opal, amethyst, coral, garnet, dan mutiara. Pada masa ini pula pemakaian jam tangan mulai populer untuk digunakan di berbagai kalangan serta memiliki desain yang lebih beragam daripada yang sebelumnya.

Retro (1939 - 1949)

Pada masa ini jenis perhiasan yang ada lebih dipengaruhi oleh kondisi perang dunia ke 2. Berbagai bentuk perhiasan yang ada kebanyakan menjadi lebih banyak desain dengan motif patriotik. Dabn karena terjadinya embargo pada batu mulia, pada masa ini masyarakat mulai kembali menggunakan perhiasan dengan bahan logam, semi mulia, dan juga perhiasan sintetis.

Era 1960-an

Pada masa ini, setelah berakhirnya perang dunia ke 2 para masyarakat dunia mulai melirik lagi berlian, perhiasan dengan warna-warna cerah, minestone, penggunaan manik-manik besar, dan berbagai batu permata lainnya. Penggunaan batu berlian pada masa itu kian populer hingga masa kini. Berlian merupakan perhiasan yang hampir tak pernah mati ditelan zaman.

Mengenal Batu Berlian


Berlian merupakan batu mulia indah yang paling populer di dunia. Berlian sering disebut-sebut sebagai batu yang paling mahal dan paling keras di dunia. Batu ini merupakan batu yang paling populer untuk digunakan oleh para ratu dan para artis masa kini. Berlian merupakan salah satu varian aksesoris yang paling mewah untuk digunakan oleh pria maupun wanita.



Di masa Eropa kuno, batu berlian merupakan batu yang dapat digunakan sebagai azimat/ jimat. Karena itulah batu ini dulu sempat lenyap dihadapan masyarakat Eropa selama 1000 tahun karena banyak orang-orang religius yang menyangkal hal tersebut. Pada Abad ke-13 batu berlian populer kembali karena batu tersebut dikenakan oleh Llois X yang berkuasa pada masa tersebut. Dan ia juga mengeluarkan peraturan/ undang-undang yang menegaskan bahwa hanya Rajalah yang boleh mengenakan batu berlian.



Namun seiring berkembangnya zaman berlian mulai dipakai oleh masyarakat umum baik pria maupun wanita. Berlian juga banyak digunakan sebagai aksesoris simple untuk terlihat classy dalam suatu acara. Batu berlian juga banyak digunakan sebagai pemanis dalam aksesoris cincin, bros, anting, dan berbagai aksesoris lainnya.



Fakta menarik seputar berlian:



· Batu berlian memiliki permukaan 58 kali lebih keras daripada batu mineral corundum

· Sebelum abad ke-15, para pengrajin menggunakan batu intan lainnya untuk memotong batu intan yang akan dibentuk dan dipoles

· Walaupun batu berlian sangat keras, Anda dapat menghancurkannya sampai berkeping-keping dengan bantuan palu

· Berlian mempunyai berbagai warna yang berbeda yaitu putih, merah, oranye, kuning, biru, hijau, dan juga hitam. Namun yang paling populer adalah yang berwarna putih. Dan uniknya tidak semua orang tau bila berlian mempunyai berbagai varian warna

· Sekitar 65% berlian yang ada di dunia, berasal dari pertambangan Afrika Selatan, sisanya tersebar di seluruh benua lainnya



Berlian merupakan salah satu daya tarik yang digemari di jajaran aksesoris. Bila Anda ingin membeli berlian, maka pastikan Anda mengetahui bagaimana cara untuk membedakan berlian asli dan palsu agar tidak tertipu. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda gunakan saat menguji berlian yang Anda inginkan.



Cara membedakan berlian asli dan berlian palsu:



· Coba bernafaslah atau berikan tiupan pada berlian yang ada. Jika berlian tersebut asli, maka kabut/ uap yang dihasilkan akan menghilang dengan cepat. Sebaliknya bile berlian tersebut palsu, maka berlian tersebut akan terlihat berkabut selama beberapa detik

· Cermatilah segala sisi berlian yang akan Anda beli. Dari atas, bawah, samping kanan maupun kiri. Berlian yang asli dan baik akan menampilkan kilauannya di segala sisi. Untuk berlian palsu, biasanya berlian tersebut hanya akan tampil lebih bersinar pada bagian atasnya saja, dan sisi lainnya hanya menampilkan kilauan yang sekedarnya saja

· Letakkanlah berlian di atas sebuah koran, buku bacaan, atau buku yang memiliki tulisan. Untuk berlian asli, maka ia tidak akan menampilkan bayangan tulisan dari kertas koran yang ada. Hal ini dikarenakan bagian dalam berlian memiliki sisi yang kompleks dan tak akan dapat ditembus cahaya atau bayangan apapun. Sebaliknya, berlian palsu akan menampilkan/ memantulkan tulisan yang ada

· Cobalah lihat batu berlian dibawah kaca pembesar. Bila Anda melihat goresan-goresan kecil/ halus, maka berlian tersebut adalah palsu. Karena berlian merupakan batu yang tidak mudah tergores

· Bandingkan batu berlian target Anda dengan batu berlian lainnya. Jika batu berlian yang Anda inginkan terasa berat, maka kemungkinan itu bukanlah berlian melainkan batu zircon. Batu zircon merupakan jenis batu permata yang permukaan dan kilauannya mirip dengan batu berlian