Dijual | Menjual | Barang Antik | Benda Bertuah | Benda Pusaka | Permata | aksesoris

KERIS BELITUNG TANGGUH KUTAI Rp.700.000,-




Keris adalah salah satu senjata tradisional yang ada di Indonesia. Keris termasuk golongan senjata tikam yang masuk dalam ordo belati atau pisau yang memiliki bentuk yang unik dan khas. Keris mudah di bedakan dari senjata tajam lainnya karena bentuknya yang unik tidak simetris, di mana bagian pangkalnya melebar, seringkali bilahnya berliku-liku, dan banyak di antaranya memiliki guratan-guratan logam cerah pada helai bilahnya. Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel / peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. 
Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori dalam berbusana, mewakili sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya. Di sini, kami memperkenalkan salah satu produk unggulan kami yaitu Keris Belitung Tangguh Kutai. Bagi anda pemburu barang – barang unik untuk di jadikan cindera mata atau barang koleksi pribadi, keris merupakan salah satu produk tradisional yang patut masuk daftar incaran anda. 
Keris Belitung tangguh merupakan warisan tua yang konon berasal dari peninggalan kerajaan kutai. Keris ini merupakan jenis keris tradisional daerah Kalimantan , dengan bentuk fisik yang sudah sangat tua, menampilkan kesan penuh sejarah. Selain itu, keris ini juga mengandung khodam namun perlu ditarik lagi karena tidak lagi terawat.

READMORE
 
Reaksi: 

ARTIKEL Keris Pusaka Yang Mengandung Kutukan


 
Keris Kutukan
Keris Empu Gandring


Keris Mpu Gandring merupakan  senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singasari di daerah Malang, sekarang menjadi bagian wilayah  Jawa Timur. Pada masa kerajaan Kediri yang berada di Jawa Timur, Pangeran Kertajaya menganggap dirinya sebagai dewa, dan ia ditentang oleh kasta ( imam ) Brahmana. Ketika ia perang melawan Brahmana, mereka lari ke Tumapel dan meminta sang penguasa di sana, Ken Arok, untuk meminta perlindungannya. Ken Arok berpikir bahwa pasukan Kediri akan menyerang kerajaannya, dan segera memerintahkan pasukannya untuk membentengi wilayahnya dari kerajaan kediri.

Ketika Pasukan kediri datang ke Tumapel, terjadi perang yang di namakan ’Pertempuran Ganter’ yang terjadi  pada tahun 1222, dan merupakan akhir dari Kerajaan Kediri. Lalu kemudian Ken Arok mulai membentuk kerajaannya sendiri yang di sebut Kerajaan Singosari. Ken Arok memperkenalkan diri sebagai putra Siwa. Setelah kerajaan Kertajaya hilang, Kerajaan Kediri diperintah oleh Tunggul Ametung. Dia memiliki istri yang cantik yang bernama, Ken Dedes. Suatu hari Ken Arok tanpa sengaja melihat Ken Dedes, lalu angin menaikkan gaunnya. Tiba-tiba Ken Arok mendapat ide, bahwa ia harus memiliki Ken Dedes sebagai istrinya,walaupun sangat beresiko.
Lukisan Tunggul Ametung
Tunggul Ametung

Ken Arok memesan sebuah keris ( sebilah pedang pendek yang suci dan sakti ) pada seorang pandai besi yang sangat sakti, Mpu Gandring. Butuh waktu yang lama untuk membuat keris, karena hanya orang yang sangat sakti yang bisa membuatnya, dan dia  harus melakukan beberapa ritual untuk mewujudkan hal itu. Nafsu untuk memiliki Ken Dedes semakin besar. Kemudian ia datang menemui Mpu Gandring dan menanyakan apakah keris yang dia pesan sudah selesai. Ketika Mpu Gandring berkata bahwa kerisnya sudah di buat dengan bentuk dan wujud yang sempurna, namun hanya tinggal menyelesaikan sarung keris, Ken Arok tidak sabar menunggu lalu ia membunuh Mpu Gandring  dengan alasan untuk menguji kemampuan keris tersebut. Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring sempat mengutuk bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa hingga tujuh turunan dari seorang Ken Arok.
Kendedes Patung Legenda bahari
Kendedes Arca

Kemudian, Ken Arok meminjamkan keris kepada Kebo Ijo, dan penjahat kecil tersebut sangat bangga. Lalu ia menunjukkan keris untuk menarik perhatian semua orang. Pada malam hari, Ken Arok mencuri keris itu dari kebo ijo, dan dengan siasatnya ia berhasil membunuh Tunggul Ametung. Kebo Ijo dijebak sebagai pembunuh, tapi sebelum ia bisa bicara, Ken Arok membunuhnya dengan keris. Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok mengambil kekuasaannya dan memperistri Ken Dedes yang pada saat itu sedang mengandung. Kemudian Ken Arok memperluas pengaruh Tumapel sehingga akhirnya bisa menghancurkan Kerajaan Kediri. Ken Arok akhirnya mendirikan kerajaan Singosari.
Rupanya kasus pembunuhan Tunggul Ametung tercium oleh Anusapati, anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Anusapati, sebelumnya telah diangkat sebagai anak oleh Ken Arok, namun setelah mengetahui semua kejadian itu dari ibunya, Ken Dedes, Anusapati bertekad akan menuntut balas. Anusapati yang menginginkan tahta singosari dari Ken Arok akhirnya merencanakan sebuah pembalasan pembunuhan itu dengan menyuruh seorang pendekar sakti kepercayaannya, Ki Pengalasan. Pada waktu  menyendiri di kamar pusaka kerajaannya, Ken Arok sedang mengamati pusaka kerajaan yang dimilikinya. Salah satu pusaka yang di milikinya yaitu keris tanpa wadah buatan Mpu Gandring yang dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. Melihat darah berceceran pada keris tersebut, ia merasa ketakutan apalagi sering terdengar suara ghaib yang berasal dalam keris tersebut untuk  meminta tumbal. Ia teringat akan kutukan Mpu Gandring yang dibunuhnya, kemudian ia mebantingnya ke tanah sampai hancur berkeping-keping. Ia berniat memusnahkannya. 
 
Tetapi ternyata keris tersebut melayang dan menghilang. Sementara Anusapati dan Ki Pengalasan merancang pembunuhan tersebut, yang dengan tiba-tiba keris tersebut berada di tangan Anusapati. Anusapati kemudian menyerahkan keris kepada Ki Pengalasan yang menurut bahasa sekarang, bertugas sebagai eksekutor terhadap Ken Arok. Tugas itu dilaksanakannya, tetapi untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris itu. Kemudian Anusapati mengambil alih pemerintahan Ken Arok, namun tidak berlangsung lama. Ken Arok memiliki selir bernama Ken Umang, dan putra mereka, Tohjaya memutuskan untuk melakukan balas dendam.

Pada tahun ke-21 kekuasaan Anusapati, Tohjaya mengundang Anusapati untuk bermain judi. Tohjaya mengadakan acara judi Sabung Ayam kerajaan yang sangat di sukai oleh Anusapati. Ketika Anusapati sedang bersenang-senang, Tohjaya mengambil keris Mpu Gandring tersebut dan langsung membunuhnya di tempat. Akhirnya Tohjaya membunuhnya seperti hukuman dimana Anusapati di yakini membunuh Ken Arok. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya mengangkat dirinya sebagai raja untuk menggantikan kekuasaan Anusapati. Kekuasaan Tohjaya sendiri pun tidakberlangsung lama memerintah. Karena Muncul berbagai ketidak puasan baik di kalangan rakyat bahkan di kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahesa Campaka dan Dyah Lembu Tal.
Kendedes

Ada banyak versi mengenai Lembu Tal sendiri. Menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, Dyah Singamurti atau lebih di kenal sebagai Lembu Tal adalah putri dari Mahisa Campaka ( Mahesa Cempaka ), putra Mahisa Wonga Teleng, putra dari Ken Arok, yang merupakan pendiri Singosari. Lembu Tal di ceritakan menikah dengan Rakeyan Jayadarma, putra Prabu Guru Darmasiksa, yang merupakan raja Kerajaan Sunda-Galuh yang memerintah antara tahun 1175 hingga 1297. Dari perkawinan itulah kemudian lahir Raden Wijaya. Rakeyan Jayadarma menjadi putra mahkota yang berkedudukan di daerah Pakuan. Akan tetapi ia meninggal dunia akibat diracun oleh musuhnya. Sepeninggal suaminya tersebut, Dyah Lembu Tal membawa Raden Wijaya pergi dari Pakuan. Keduanya kemudian menetap di Singosari, tempat kelahiran Lembu Tal.

Namun lain halnya dengan sejarah dalam kitab Nagarakretagama. Menurut naskah yang tertulis di dalamnya, Dyah Lembu Tal sebenarnya bukan merupakan seorang perempuan yang sering di ceritakan, namun sesungguhnya adalah seorang laki-laki. Disebutkan bahwa, Ayah dari Raden Wijaya bernama Lembu Tal, yang merupakan putra Narasinghamurti. Lembu Tal digambarkan sebagai sosok seorang perwira yuda yang terkenal gagah berani. Sementara itu, Pararaton juga berkisah hal yang sama tentang sejarah kerajaan Majapahit, di mana menyebutkan bahwa Raden Wijaya adalah putra Narasinghamurti.
Legenda Bangsa Indonesia
Kendedes

Tohjaya mengutus Lembu Tal untuk menyerang Ranggawuni dan temannya, Mahesa Cempaka. Lembu Tal menyadari bahwa Ranggawuni adalah orang yang tepat untuk menjadi seorang raja, dan mereka berperang melawan Tohjaya. Ketidakpuasan dan masalah yang ada dalam istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Dan akhirnya Tohjaya dibunuh dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Setelah keadaan berhasil dikendalikan, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang berkuasa cukup lama dan dikatakan adalah masa kedamaian bagi kerajaan Singosari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Ranggawuni dan Mahesa Cempaka menyadari bahwa keris Mpu Gandring hanya akan membuat kekacauan dan kematian, sehingga mereka melemparkan keris ke Laut Jawa. Legenda kemudian mengatakan bahwa keris tersebut akhirnya berubah menjadi seekor naga.
READMORE
 
Reaksi: 

ARTIKEL Keris Pusaka Setan Kober


SEJARAH LEGENDA TANAH AIR :SAKSI BISU KEMATIAN ARYA PENANGSANG
Keris Pusaka Setan Kober

Keris Kyai Setan Kober adalah pusaka yang dibuat pada jaman mataram kuno. Keris Setan Kober adalah keris sakti mandraguna yang pernah dimiliki oleh Arya Penangsang dimana keris inilah yang nantinya justru membunuh sang pemilik sendiri. Pada saat itu, tombak Kyai Pleret yang dipakai oleh Sutawijaya mengenai lambung Arya Penangsang, hingga ususnya terburai. Kemudian Arya Penangsang dengan sigap, menyangkutkan buraian ususnya tersebut pada sarung atau hulu keris yang terselip di pinggangnya, dan terus bertempur. Saat berikutnya , ganti Sutawijaya yang terdesak hebat dan kesempatan itu digunakan oleh Arya Penangsang untuk segera menuntaskan perang tanding tersebut, dengan mencabut keris dari dalam wrangka yang menghunus. Tanpa disadari Arya, mata keris Setan Kober langsung memotong ususnya yang disangkutkan di bagian wrangkanya. Tamat sudah riwayat seorang Arya Penangsang yang tewas seketika.
Ki juru Mertani, yang merupakan penasehat dari Sutawijaya, terkesan menyaksikan betapa gagahnya Arya Penangsang, meskipun akhirnya harus tewas mengenaskan akibat usus yang terburai ketika sedang  disangkutkan pada sarung kerisnya. Ia lalu memerintahkan agar anak laki-lakinya, saat sudah menikah kelak, agar meniru gaya Arya Penangsang, namun menggantikan buraian usus dengan rangkaian bunga melati. Dengan begitu, maka sang pengantin Pria akan tampak lebih gagah, dan tradisi tersebut hingga saat ini masih tetap digunakan, terutama oleh masyarakat Jawa Barat.

Keris Kyai Setan Kober merupakan sebilah keris pusaka dengan jumlah luk 13 yang diciptakan oleh seorang Mpu yang bernama Mpu Bayu Aji pada zaman kerajaan Pajajaran. Mpu Bayu Aji adalah seorang Mpu yang sangat sakti serta berpengatahuan sangat luas. Beliau juga memiliki murid-murid dari golongan bangsa jin dan siluman, karena tempat tinggal sang mpu saat itu berada di tepi hutan yang sangat angker di daerah Cirebon. Karena kesaktian beliau, banyak dari golongan para jin yang selalu ingin menimba ilmu dan mengabdi padanya. Sang mpu merasa jengkel karena sering kali mendengar rengekan para jin yang ingin berguru padanya.

Hingga pada suatu hari, ketika sang Mpu akan menciptakan sebilah keris pusaka luk 13, dimana sang mpu sedang mengheningkan cipta untuk memasukkan daya magis pada keris tersebut, konsentrasinya sempat terganggu akibat ulah dan rengekan para jin. Akhirnya keris pusaka tersebut menjadi tidak sempurna, dan dinamakan dengan sebutan Keris Kyai Setan Kober. Keris ini tercipta akibat daya panas dan ambisi yang besar. Konon, keris ini pernah jatuh ke tangan Arya Penangsang, seorang Adipati Jipang – Panolan, pada masa Kerajaan Demak Bintoro ( 1521 – 1546 ).

Arya Jipang atau terkenal dengan sebutan Arya Penangsang, adalah bupati Jipang Panolan yang memerintah wilayah tersebut pada pertengahan abad ke-16. Ia telah melakukan pembunuhan terhadap Sunan Prawoto, raja terakhir Demak tahun 1549, namun dirinya sendiri kemudian akhirnya tewas ditumpas para pengikut Sultan Hadiwijaya, yang merupakan penguasa Pajang. Arya Penangsang juga terkenal seorang yang sakti mandraguna. Menurut silsilah keturunan, Ayah dari Arya Penangsang adalah Raden Kikin, putra dari Raden Patah yang merupakan raja pertama dari Kesultanan Demak. Ibu Raden Kikin sendiri adalah putri bupati Jipang sehingga ia mewarisi kedudukan kakeknya. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki saudara dari lain ibu yang bernama Arya Mataram.
Keris Bertuah


Ketika itu,  Arya Penangsang telah mengutus empat orang pilihannya untuk membunuh saingan beratnya, yaitu Hadiwijaya, menantu Sultan Trenggana yang menjadi bupati Pajang. Meskipun keempatnya dibekali keris pusaka Kyai Setan Kober, ketika mereka sudah memasuki kamar, Sultan terbangun dan melemparkan selimutnya ke arah ke empat suruhan Arya penangsang tersebut yang kemudian terjadilah perkelahian. Mereka berempat akhirnya  dapat dikalahkan oleh Hadiwijaya dan setelah di paksa mengaku untuk mengatakan siapa yang mengutus mereka, Hadiwijaya pun memaafkanya dan memberikan sejumlah uang. Hadiwijaya kemudian mendatangi Arya Penangsang untuk mengembalikan keris Setan Kober. Keduanya lalu terlibat pertengkaran dan di damaikan oleh Sunan Kudus. Hadiwijaya kemudian pamit untuk pulang, selanjutnya Sunan Kudus menyuruh Arya Penangsang berpuasa selama 40 hari untuk mendinginkan emosinya yang labil.

Dalam perjalanan pulang menuju kembali ke Pajang, rombongan Hadiwijaya singgah ke Gunung Danaraja, tempat dimana Ratu Kalinyamat bertapa. Ratu Kalinyamat mendesak agar Hadiwijaya segera menumpas Arya Penangsang. Ia yang mengaku dirinya sebagai pewaris takhta Sunan Prawoto, berjanji akan menyerahkan Demak dan Jepara apabila Hadiwijaya berhasil menang. Hadiwijaya merasa segan untuk memerangi Penangsang secara langsung, karena merasa masih merupakan sesama anggota keluarga Demak. Maka diumumkan sebuah sayembara, bahwa barangsiapa mampu membunuh Arya Penangsang, maka dia akan memperoleh hadiah berupa tanah Pati dan Mataram.

Pusaka Setan Kober Legenda IndonesiaKedua kakak angkat Hadiwijaya, yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi, ikut mendaftar sayembara tersebut. Hadiwijaya memberikan pasukan Pajang untuk turut membantu karena anak angkatnya, yaitu Sutawijaya, yang merupakan putra kandung Ki Ageng Pemanahan, juga ikut serta dalam rombongan tersebut. Ketika pasukan Pajang datang menyerang Jipang, Arya Penangsang saat itu sedang berpesta merayakan keberhasilannya berpuasa selama 40 hari. Surat tantangan atas nama Hadiwijaya membuat Arya tidak mampu lagi menahan emosinya. Meskipun sudah disabarkan oleh saudaranya, Arya Mataram, namun Penangsang tetap berangkat ke medan perang memenuhi tantangan dari rombongan pasukan Pajang. Perang antara pasukan Pajang dan Jipang terjadi di dekat Bengawan Sore. Perut Penangsang robek terkena tombak Kyai Plered milik Sutawijaya. Meskipun demikian Penangsang tetap bertahan. Ususnya yang terburai dililitkannya pada gagang keris yang terselip dipinggang. 


Penangsang berhasil meringkus Sutawijaya. Saat mencabut keris Setan Kober untuk membunuh Sutawijaya, usus Arya Penangsang terpotong sehingga menyebabkan kematiannya. Sayembara menumpas Arya Penangsang tahun 1549 merupakan pengalaman perang pertama bagi Sutawijaya. Ia ketika itu diperintahkan ayahnya turut serta turun ke medan perang, setelah sebelumnya Hadiwijaya merasa tidak tega meninggalkan anaknya yang merengek dan meminta ikut bertempur, dengan di kawal pasukan Pajang sebagai pelindung. Saat itu Sutawijaya masih berusia belasan tahun. Akan tetapi cerita kekalahan Arya Penangsang akhirnya sengaja di rekayasa dengan laporan palsu bahwa kematian Arya Penangsang diakibatkan setelah dikeroyok Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi, karena jika Sultan Hadiwijaya sampai mengetahui kisah yang sebenarnya bahwa pembunuh Bupati Jipang Panolan adalah anak angkatnya sendiri, dikhawatirkan ia akan lupa memberikan hadiah yang telah dijanjikan sebelumnya.

Kisah kematian Arya Penangsang sejak saat itu telah melahirkan tradisi baru dalam seni pakaian Jawa, khususnya busana pengantin pria. Pangkal keris yang dipakai oleh sang pengantin pria seringkali dihiasi dengan untaian bunga mawar dan bunga melati. Hal ini merupakan suatu lambang yang mengingatkan agar supaya pengantin pria tersebut tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri atau egois, sebagaimana watak seorang Arya Penangsang, yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Hingga kini kebiasaan tersebut masih sering di gunakan dalam acara pernikahan dengan adat Jawa.


READMORE
 
Reaksi: 

JUAL BADIK BERLAFADZ ARAB WARANGKA DAN PEDHOK DARI TULANG

Badik Bugis
Badik Hulu Tulang

Badik atau badek adalah pisau yang berbentuk unik dan merupakan senjata khas yang di pakai oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik memiliki sisi tajam yang tunggal namun adapula yang ganda, dengan panjang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali di hiasi dengan guratan. Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja ( penyangga bilah ).

Menurut pandangan orang Bugis Makassar, setiap jenis badik memiliki kekuatan sakti atau gaib. Kekuatan ini dapat mempengaruhi kondisi, keadaan, dan proses kehidupan pemiliknya. Sejalan dengan hal tersebut, terdapat pula kepercayaan bahwa badik juga mampu menimbulkan ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran bahkan mampu menimbulkan bencana, kemelaratan, kemiskinan dan penderitaan bagi yang menyimpannya. Badik di pergunakan bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri dan berburu tetapi juga sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan.

Badik Berlafadz Arab Warangka Dan Pedhok Dari Tulang adalah merupakan sebilah badik dengan ukiran lafadz arab di sertai dengan gagang ( Pedhok ) dan sarung ( Warangka ) yang terbuat dari tulang, dan memiliki ukiran seni yang abstarak. Selain itu terdapat pula ukiran berbentuk wajik berjumlah tiga buah, ukiran seperti bentuk bunga dan ukiran lainnya. Produk ini merupakan benda langka dan unik. Pusaka badik ini konon di perkirakan sudah ada sejak jaman bahari Indonesia, di lihat dari tampilan pedhok yang sudah kusam dan berubah warna dari aslinya. Sangat cocok bagi anda para kolektor dalam memburu barang – barang unik dan langka serta memiliki nilai unsur tradisional yang tinggi, sebagai pelengkap barang koleksi pribadi anda. Bisa juga untuk keperluan ritual daerah lainnya, yang mana masih menjunjung tinggi nilai warisan kebudayaan nenek moyang. Sebuah senjata tradisional yang memiliki seni kultural yang tinggi khas Indonesia.
READMORE
 
Reaksi: 

JUAL Kayu Ulin Manang ( TIMBUL )






Produk Asal : Banjar, Indonesia

Harga : Rp. 100.000,- ( @ satuan nett, belum termasuk ongkos kirim )

Cara Pembayaran : Transfer Bank (T/T), Cash Tunai, Cek Bank, Western Union




Benda bertuah adalah benda biasa atau benda antik yang memiliki energi gaib yang bisa digunakan keperluan apapun sesuai khendak si pembuat, seperti kekebalan, pengasihan, kedudukan dan sebagainya. Benda bertuah ini memiliki tiga kategori yang pertama benda bertuah hasil pengisian atau sering disebut dengan benda afirmasi, kedua benda bertuah asli hasil penarikan alam gaib dan yang terakhir adalah benda alam yang tercipta dengan sendirinya dan memiliki kekuatan murni dari alam. Benda bertuah bukanlah benda sembarangan layaknya benda biasa, setiap benda bertuah pasti memiliki khadam / khodam. Kayu Ulin timbul atau biasa di sebut orang Banjar, Ulin Manang adalah salah satu benda alam yang tercipta memiliki kekuatan murni dari alam.

Di sini, kami memperkenalkan salah satu produk unggulan kami yaitu Kayu Ulin Timbul (Ulin Manang). Kayu ini merupakan benda Alami yang tercipta sebagai bukti salah satu kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, benda semacam ini bukanlah benda hasil dari pengisian seperti halnya benda afirmasi atau benda bertuah dari alam gaib. Kayu Ulin Manang asli tercipta dengan sendirinya tanpa rekayasa dari manusia. Menurut mitos dan kepercayaan orang jaman dulu, Ulin manang di gunakan sebagai sareat rumah dan untuk keberuntungan. Ulin ini jika di tenggelamkan ke air tidak seperti ulin pada umumnya yang tenggelam, namun sebaliknya, Ulin Manang ini memiliki ciri timbul di atas air.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera pesan Ulin keramat ini, dengan jaminan kualitas asli, HANYA di toko online resmi kami di spiritualkalimantan.indonetwork.co.id

* Produk ini merupakan Kayu Ulin khas tradisi Kalimantan yang mengandung kekuatan murni dari alam.

* Persediaan ukuran di sesuaikan dengan stok yang tersedia saat ini.

* Persediaan barang sewaktu – waktu berubah, tergantung stok yang ada saat ini.
READMORE
 
Reaksi: 

DAFTAR BARANG DIJUAL DISINI